UMUS Brebes Jalin Kerjasama dengan Universitas Palangkaraya

“Terwujudnya Perguruan Tinggi yang Unggul, Religius serta Menerapkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi bagi Masyarakat pada Tahun 2024” merupakah visi dari Universitas Muhadi Setiabudi Brebes (UMUS Brebes). Sejalan dengan visi tersebut, UMUS Brebes terus berusaha mengembangkan diri meningkatkan kualitas. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah kerjasama dengan instansi lain.

Kerjasama yang dilakukan oleh UMUS Brebes tidak hanya berfokus  pada instansi swasta, masyarakat desam maupun pemerintah daerah. Namun mencakup juga kerjasama dengan berbagai instansi pendidikan baik sesama perguruan tinggi maupun dengan jenjang sekolah yang lebih rendah. Salah satu bentuk nyata kerjasama tersebut adalah penandatanganan nota kesepahaman/ MoU antara Program Studi Akuntansi Universitas Muhadi Setiabudi Brebes dan Jurusan Akuntansi Universitas Palangkaraya.

Penandatanganan MoU tersebut dilakukan di Ruang Senat Universitas Muhadi Setiabudi Brebes. Penandatangan dilakukan oleh Ketua Program Studi Akuntansi UMUS Brebes, Hilda Kumala Wulandari, S.E, M.Si., dan Ketua Jurusan Akuntansi Universitas Palangkaraya, Dr. Agus Satrya Wibowo, S.E, M.Si.. Penandatangana  MoU tersebut dilaksanakan pada hari Selasa, 8 Oktober 2019.

Selain dihadiri oleh ketua progrm studi dan ketua jurusan kedua belah pihak, penandatangan MoU tersebut juga dihadiri oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Drs. H. Mukson, M.M., M.Pd, Wakil Rektor II, Otong Saeful Bachri, S.Kom., M.Kom, dan beberapa pejabat struktural dan dosen dilingkungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

Melalui kerjasama ini, diharapkan kedua belah pihak dapat lebih bersinergi dalam upaya pengembangan dan pembangunan serta peningkatakan kualitas masyarakat baik di sekitar lingkungan Universitas Muhadi Setiabudi Brebes maupun Universitas Palangkaraya. Upaya tersebut akan diwujudkan dengan secara bersama berbagi informasi terkait permasalahan, tantangan, kemajuan, dan perkembangan informasi dan teknologi yang dapat digunakan untuk penyelesaian masalah yang ada.

Selain itu, pemanfaatan fasilitas bersama juga menjadi fokus MoU tersebut. Hal ini diharapkan akan memberikan dampak positif bagi kedua belah pihak karena dapat menutupi kekurangan satu sama lain. Ke depannya, diharapkan juga dapat terjadi pertukaran tenaga ahli untuk saling mengembangkan kedua institusi dan juga pertukaran mahasiswa sehingga memiliki wawasan dan pengetahuan yang lebih besar.

Salah satu output yang dihasilkan dalam kerjasama ini nantinya adalah bentuk kerjasama dalam penyelengaraan pertemuan ilmiah baik seminar, workshop, pelatihan, maupun publikasi dari kedua belah pihak.