Puluhan Guru Besar dan Dosen Asal Brebes bertemu di Universitas Muhadi Setiabudi

Para akademisi asli yang tergabung dalam Forum Guru Besar dan Dosen (FGD) Putra/Putri Kabupaten Brebes bertekad bukan omong doang (Omdong) memajukan Brebes.

Mereka telah sepakat bersinergi dengan pemerintah dalam mengembangkan Brebes. Hal tersebut, dibuktikan melalui Dialog Temu Kangen Akademisi di auditorium Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS), Sabtu (29/18/2018).

Bupati Brebes Idza Priyanti mengatakan peran dan posisi kaum akademisi merupakan hal penting dalam perjalanan perkembangan daerah.

Terutama dalam hal memberi konstribusi gagasan serta ide untuk pembangunan.

”Saya merasa bangga, betapa tidak, Kabupaten Brebes memiliki orang-orang hebat dari kaum akademisi baik guru besar maupun dosen, ternyata dapat berkumpul di tempat ini walaupun sudah tersebar di seluruh pelosok Indonesia, bahkan luar negeri,” tutur Idza..

Akademisi, lanjut Idza, dengan berbekal pengetahuan kritis, akademisi atau kaum intelektual diharap mampu melakukan terobosan-terobosan dalam hal ide, serta cara pandang yang telah digunakan untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat dalam suatu realitas sosial.

“Semoga para akademisi ini, dapat membawa perubahan terhadap pertumbuhan ekonomi, pertanian, pendidikan, dan teknologi di Kabupaten Brebes. Terutama sebagai putra/putri daerah (akademisi) dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul di Kabupaten Brebes, rakyat Brebes sangat menantikan kiprah nyatanya,” ucap Idza.

Senada dengan Bupati, Rektor UMUS Roby Setiadi mengucapkan terima kasih kepada seluruh akademisi yang datang pada Dialog Temu Kangen Akademisi Brebes.

“Saya berharap para akademisi bisa berkolaborasi untuk membangun dan mengembangkan Kabupaten Brebes,” ucapnya.

Prof Hamidah mewakili para akademisi berjanji akan bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Brebes.
Hal tersebut sesuai amanat Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian dan Pengembangan, serta Pengabdian Kepada Masyarakat.

“Saya yakin teman teman makin bangga dan cinta Brebes, tanah kelahirannya,” tuturnya.
Dialog membahas mengenai permasalahan yang dialami oleh Pemerintah Kabupaten Brebes terkait perkembangan daerah.

Dimoderatori Kepala Badan Narkotika Kabupaten Brebes Atmo Tan Sidik, dan dinarasumberi 10 Guru Besar/Profesor dari berbagai universitas di Indonesia juga luar negeri.

10 Profesor

10 Guru Besar/Profesor tersebut adalah Prof Dr Hamidah SE MSi (Guru Besar, Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta), Prof Dr Syamsudi MPd (Guru Besar dan Direktur Pascasarjana UNNES), Prof Dr Rustono MHum (Guru Besar Fakultas Bahasa dan Seni UNNES), Prof Anton Satria Prabuwono (Faculty of Computing and Information Technology King Abdulaziz University, Arab Saudi), Prof Dr Ir H Darsono Wisadirana MS (Guru Besar Universitas Brawijaya FISP UB), Prof Dr Ir Muhammad Al-Djabri MS (Guru Besar Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia di Faperta UMUS Brebes), Prof Dr Fatah Idris MA (Guru besar Fakultas Syariah dan Hukum UIN Walisongo), Prof Dr H Suaeb Kurdi MPd (Guru Besar IAIN Syekh Nurjati Cirebon), Prof Dr Fakhruddin MPd (Guru Besar dan Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan UNNES), serta Prof Dr Absori SH MHum (Guru Besar dan Ketua Prodi Studi Doktor Ilmu Hukum, Universitas Muhammadiyah Surakarta)

  Turut hadir Ketua Yayasayan UMUS H Muhadi Setiabudi, Ketua Majlis Silaturahmi Warga Brebes (Masigab) Toto Carto, para SKPD Kabupaten Brebes, Jajaran staf dan dosen UMUS, serta para dosen asal Brebes.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *