Hibah Riset Keilmuan 2021 : Tim Dosen UMUS Ajukan 3 Proposal Ke Kemendikbudristek

Dalam rangka menyukseskan kebijakan MBKM, pelaksanaan Tri Dharma di Perguruan Tinggi harus senantiasa dilakukan. Pengembangan kompetensi dan kualifikasi dosen untuk mendukung dharma bidang penelitian, merupakan suatu hal yang penting dalam meningkatkan daya saing bangsa melalui hasil-hasil riset. Dosen Indonesia dengan jumlah 271.280 orang adalah modal yang luar biasa dan sangat potensial untuk menjadi agen-agen transformatif yang bertugas melakukan kegiatan riset keilmuan dan membimbing mahasiswa menjadi agen-agen perubahan yang adaptif, kreatif serta inovatif. Melalui berbagai kegiatan riset keilmuan, diharapkan seorang dosen dapat menggali berbagai ide dan kreatifitasnya melalui berbagai kegiatan riset yang mendukung pelaksanaan Kampus Merdeka.

Peningkatan kompetensi dan kualifikasi dosen dalam kegiatan penelitian dapat diberikan melalui program peningkatan kompetensi dan kualifikasi yang lebih terstruktur, dinamis, dan inovatif dengan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Riset yang mendukung MBKM sangat penting dilakukan oleh dosen sebagai landasan pengambilan kebijakan dan menyusun regulasi yang strategis dan tepat sasaran dalam melaksanakan 9 kegiatan MBKM (magang, asistensi mengajar, pertukaran pelajar/mahasiswa, penelitian/riset, proyek kemanusiaan, membangun desa, studi/proyek mandiri/independent, proyek kewirausahaan, proyek kemanusiaan, bela negara). Dosen yang akan mengikuti kegiatan riset keilmuan PT ini adalah dosen perguruan tinggi akademik yang masing-masing memiliki kualifikasi kepakaran sesuai dengan bidang keilmuannya.

Mempertimbangkan hal-hal tersebut di atas, Kemendikbudristek meluncurkan Program Riset Keilmuan yang diharapkan akan menghasilkan model atau rancangan pembelajaran yang kolaboratif dan partisipatif antara dosen, mahasiswa dan mitra terkait. Rancangan pembelajaran semester yang jelas dimana termasuk didalamnya terdapat capaian pembelajaran, kegiatan belajar, sistem evaluasi, dan beban studi yang jelas dan yang dapat memungkinkan diikuti oleh mahasiswa lintas prodi dan atau lintas perguruan tinggi. Dosen juga diharapkan dapat memainkan perannya sebagai dosen fasilitator dengan mengajak mahasiswa untuk terlibat secara aktif dalam kegiatan risetnya.

Situasi pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia, termasuk di Indonesia sangat dirasakan dampaknya oleh seluruh lapisan masyarakat. Hal ini menuntut peran serta dari perguruan tinggi untuk terlibat dalam memecahkan berbagai permasalahan yang ada. Sehubungan dengan hal tersebut, maka fokus Program Riset Keilmuan adalah (1) Green Economy atau Blue Economi, (2) Energy, (3) Teknologi Tepat Guna berbasis Science, (4) Pariwisata dan Kepariwisataan, dan (5) Teknologi dan alat kesehatan.

Pada Program Riset Keilmuan 2021 ini, dosen Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes mengajukan proposal antara lain :

NOJUDUL PROPOSALTIM PENGUSUL
1BERES (Brebes Ekspres) Sebagai Aplikasi Pemasaran Dalam Upaya Peningkatan Penjualan UMKM di Kabupaten BrebesDr. Mukson, M.M., M.Pd.
Syariefful Ikhawan, S.T., M.M.
2Pengembangan Potensi Desa Talok Berbasis Budidaya Magot sebagai Pendorong Peningkatan Ekonomi Masyarakat Desa di Masa Pandemi Covid-19Rifatul Masrikhiyah,S.TP.,M Gizi
Wahidin, S.T., M.T
Muhamad Hasdar, S.Pt., M.Sc
3Resiliensi Pelaku UMKM dan Strategi Penanganan Resiko Akibat Pandemi di Kabupaten BrebesMuhammad Syaifulloh, S.Pd.I., M.M.
Suci Nur Utami, S.Pt., M.Si.
Slamet Bambang Riono, S.Pd., M.M.