KPU Goes to Campus, Menuju Pemilu Serentak 2019

Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) merupakan salah satu bentuk implementasi demokrasi yang dianut oleh bangsa Indonesia. Demokrasi dalam menentukan sosok pemimpin dan perwakilan seperti apa yang diinginkan. Tahun 2019 merupakan tahun Pemilu dan Pilkada. Dalam hal ini, Komisi Pemilihan Umum secara  massive mensosialisasikan Pemilu 2019 ke masyarakat, terutama pemilih pemula.

Pemilih pemula merupakan calon pemilih yang baru akan melakukan pencobolosan karena baru cukup umur. Jiwa muda pemilih pemula merupakan wujud semangat dan keinginan berkontribusi ke bangsa dan negara. Namun, keterbatasan pengetahuan akan pemilihan umum, baik tujuan, cara, dan mekanismenya tidak jarang membuat banyak golput atau surat suara tidak sah.

Apalagi dengan adanya kampanye hitam dan berita hoax yang mewarnai rentetan kampanye dan kampanye damai pemilu, sering kali membuat pemilih, terutama pemilih pemula menjadi jengah dan enggan untuk menyalurkan hak suaranya. Banyak yang menjadi berpikiran bahwa satu surat suara tidak akan berpengaruh. Dalam hal ini, peran KPU menjadi sangat penting.

KPU menjadi lembaga yang menyelenggarakan pemilu. Oleh karena itu, selalu mengedukasi masyarakat untuk berpartisipasi menyalurkan hak suaranya. Salah satu wujud tindak nyata KPU adalah dengan adanya “KPU Goes to Campus”. KPU merasa perlu untuk secara langsung mendatangi dan memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya mahasiswa. Diharapkan, partisipasi mahasiswa dalam pemilu akan meningkat.

Tidak hanya tentang pemilu, namun kampanye damai juga menjadi sasaran edukasi oleh KPU. Bagaimana cara menyalurkan pendapat dan hak politiknya secara baik dan benar, bagaimana cara mendukung suatu calon/ pasangan calon, bagaimana menghargai perbedaan pendapat terkait politik, merupakan beberapa aspek yang sangat ditekankan oleh KPU. Harapannya, selain pemilu dan pilkada dapat berjalan lancar, namun juga berjalan baik dan damai.

KPU Goes to Campus di Universitas Muhadi Setiabudi Brebes berlangsung pada hari Selasa, 26 Februari 2019. Bertempat di auditorium Universitas Muhadi Setiabudi dengan Narasumber Dimas Oky Nugroho, Ph.D yang merupakan Direktur Eksekutif ARSC dan Dr. Roby Setiabudi, S.Kom., M.M. yang merupakan Rektor Universitas Muhadi Setiabudi. Acara dimulai pukul 08:00 sampai dengan pukul 12:00.

Satu pesan yang disampaikan oleh Dimas Oky Nugroho, Ph.D adalah mengajak mahasiswa untuk ikut berpartisipasi dalam pemilu dan pilkada 2019 untuk menyalurkan hak suaranya. Satu suara akan sangat berarti dan menentukan perubahan dan arah bangsa ini akan dibawa ke mana.

Sedangkan Dr. Roby Setiadi, S.Kom., M.M., dalam hal ini diwakili oleh Wakil Rektor I, Drs. H. Mukson, M.M., M.Pd., juga berpesan agar mahasiswa memang harus menyalurkan hak suaranya, karena pesta demokrasi ini menelan biaya yang tidak sedikit, bahkan mencapai 18 triliun untuk pemilu dan pilkada. Oleh karen itu, diharapkan mahasiswa tidak apatis, karena akaselain menyalurkan hak suaranya, mahasiswa juga harus mampu menjadi agen perubahan dalam pemilu dan pilkada 2019. Agen perubahan yang jauh dari kampanye hitam dan berita hoax. Selalu cermat dan teliti sebelum menyampaikan informasi, serta tetap rendah hati dan toleransi dalam saling mendukung calon/ pasangan calon tertentu.

Mahasiswa memiliki semangat berkarya dan idealitas yang sangat tinggi. Hal ini sangat perlu diarahkan ke tujuan yang jelas dan positif, Sehingga, akan lebih memberikan kontribusi positif yang lebih banyak ke bangsa dan negara. Salah satunya dengan menyalurkan hak suaranya dalam pemilu dan pilkada 2019 dan menjaga kelangsungannya agar tetap damai, berjalan lancar, dan bertoleransi terhadap perbedaan pendapat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *