Pelatihan dan Pendampinan PEKERTI-AA, Kerjasama Universitas Muhadi Setiabudi dan Institut Pertanian Bogor #1

Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes tergolong baru dan bisa dikatakan masih bayi dalam dunia pendidikan tinggi. Usia UMUS Brebes masih belum genap 7 tahun. Namun, kemauan dan tekad UMUS Brebes untuk berkembang dan menjadi lebih baik dan berkontribusi ke masyarakat, bangsa, dan negara sangat besar. Salah satu langkah nyata dalam peningkatakan kualitas kampus adalah melakukan kerjasama dengan Universitas atau Kampus yang lain yang sudah unggul dan maju. Salah satu kerjasama yang dilakukan adalah kerjasama dengan Institut Pertanian Bogor, salah satu kampus unggulan di Indonesia.

Universitas Muhadi Setiabudi memilih Institut Pertanian Bogor (IPB) karena melihat bahwa meski IPB terbrand sebagai kampus pertanian, namun dapat menghasilkan lulusan dan berkiprah di segala bidang. Banyak alumni IPB yang menjadi Mentri, menjadi dewan direksi di Bank ternama di Indonesia, atau bahkan mendirikan perusahaan (start up) mandiri. IPB dapat menjadi world class University dan Go Green Campus karena memang keseriusan bukan hanya dalam menghasilkan lulusan berkualitas, namun juga bagaimana membangun dan mengembangkan Indonesia.

Universitas Muhasi Setiabudi ingin belajar dan menimba ilmu tersebut dari IPB. Salah satu realisasi kerjasama adalah dalam hal peningkatan kualitas dari sumber daya manusia, khususnya dosen. Dosen yang menjadi tonggak dalam pengembangan pendidikan dan memajukan bangsa harus memilik kualitas yang sangat baik dan berdedikasi. Oleh karena itu, Universitas Muhasi Setiabudi bekerjasama dengan IPB mengadakan kegiatan “Pelatihan dan Pendampingan Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (PEKERTI) dan Applied Approach (AA).

Pelatihan PEKERTI dan AA ditujukan bagi para dosen-dosen di lingkungan Universitas Muhadi Setiabudi Brebes. Dengan ikut sertanya dalam pelatihan dan pendampingan ini, diharapkan kualitas,  pengetahuan, kemampuan, dan keahlian dosen akan meningkat dalam hal pendidikan dan pengajaran kepada mahasiswa. Kegiatan ini dibagi menjadi 2 yaitu pelatihan dan pendampingan. Pelatihan dilaksanakan mulai tanggal 18-20 Februari 2019 dan pendampingan dilaksanakan mulai tanggal 21 Februari – 8 Maret 2019.

Kegiatan Pelatihan dihadiri dan dibuka oleh Rektor Universitas Muhadi Setiabudi Brebes, Dr. Roby Setiadi, M.M pada hari Senin, 18 Februari 2019. Acara dibuka dengan bacaan basmallah dan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Rektor UMUS Brebes sekaligus membuka acara pelatihan PEKERTI dan AA secara resmi. Acara kemudian dikanjutkan dengan sambutan perwakilan dari tim IPB.
Setelah prosesi sambutan dan penyambutan, acara dilanjutkan ke materi pelatihan pertama (sesi pertama) yaitu “Dinamika Perubahan Oendidikan Tinggil Global – Tomorrow People : Industri 4.0, New Literacies, dan Skill Abad 21, e-learning”. Materi disampaikan oleh Ir. Elin Herlina, Direktur Program dan Teknologi Pendidikan IPB. Materi awal yang disampaikan adalah Peningkatan Kapasitas Heutagogi dalam Penyelenggaraan Pembelajaran dalam Perspektif Pendidikan 4.0.

Pendidikan 4.0 merupakan era pendidikan baru yang berbeda dari sebelumnya. Pendidikan yang sebelumnya berbasis Teacher  Centred Learning (TCL) yang berarti transfer pengetahuan hanya dari dosen dan lebih banyak menerima, berubah menjadi berbasiswa Student Centered Learning (SCL), yang berarti dosen lebih banyak berperan sebagai fasilitator dalam transfer ilmu pengetahuan. Mahasiswa berperan aktif dan mencari pengetahuan. Namun, dengan arahan dari dosen yag bersangkutan tentunya.

Hal ini menuntut dosen sebagai tenaga pendidik, untuk secara cerdas merancang dan membuat suasana dan proses belajar mengajar mendukung sistem pengajaran berbasis SCL. Dosen harus mampu menciptakan kondisi sehingga siswa dapat berpera aktif dan lebih banyak menggali pengetahuan, baik dari cara/ teknik pengajaran maupun media pendukung pembelajaran lainnya. Selain itu, dosen juga harus mampu memahami kriteria dan karakteristik mahasiswa yang dihadapinya.  Oleh karena itu, maka dosen dituntut untuk menyusun Rencana Pembelajaran Semester (RPS) dan dokumen kelengkapan lainnya secara lengkap dan rinci, sehingga outcome mahasiswa setelah selesai mata kuliah dapat tercapai.

Dokumen RPS dan kelengkapannya akan menjadi acuan dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, pada sesi kedua, berfokus pada bagaimana membangun dan merancang RPS dan kelengkapannya secara benar dan jelas. Sehingga, Learning Outcome (Capaian Pembelajaran) mata kuliah dapat tercapai yang akan berimbas juga pada capaian pembelajaran program studi. Materi sesi kedua disampaikan oleh Dr. Wonny Ahmad Ridwan., MM, selaku Kepala Bidang Audit Akademik. Materi yang disampaikan di awali dengan “Isu dan Tantangan Pendidikan 4.0”, dilanjutkan dengan “Pengembangan Kurikulum Perguruan Tinggi”, dan “Standard Kompetensi Lulusan”.

Pelatihan hari pertama selesai dengan sesi diskusi dari semua materi yang sudah disampaikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *