Study Karakter Mahasiswa PGSD UMUS di AKPOL Semarang

Jum’at, 30 November 2018 sebanyak 22 mahasiswa PGSD FKIP Universitas Muhadi Setiabudi didampingi oleh dua Dosen Moh. Toharudin, M.Pd. dan Drs. Budi Adjar Pranoto, S.H., M.M.Pd mengunjungi Akademi Kepolisian Semarang untuk sharing kegiatan pembelajaran di masing-masing Lembaga Pendidikan tinggi. Disambut oleh iringan Patwal AKPOL dari pintu gerbang menuju ke Gedung R. Noeryono sambil diberikan penjelasan terkait gedung yang ada di AKPOL serta fungsi-fungsinya. Setibanya di Gedung R. Noeryono rombongan sudah ditunggu oleh Kasubbag Humas AKPOL AKBP Rini Sulistiawati, S.H.

Acara dibuka oleh Ibu Rini Sulistiawati, S.H. dengan mengucapkan terima kasih atas kehadiran dosen dan mahasiswa PGSD Universitas Muhadi Setiabudi untuk berkunjung dan tukar pendapat terkait pembelajaran dan pembentukan karakter mahasiswa. Bapak Drs. Budi Adjar Pranoto menyampaikan sambutan bahwa kedatangan rombongan ke Akademi Kepolisian Semarang sebagai awal untuk menjalin silaturahim sekaligus belajar bersama antar mahasiswa dan dosen. dilanjutkan saling tukar cindera mata.

Moh. Toharudin, M.Pd selaku dosen FKIP UMUS menyampaikan bahwa proses pembelajaran di Universitas Muhadi Setiabudi khususnya untuk memproses calon guru sekolah dasar yang profesional yang tugas utamanya adalah mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada sekolah dasar maka harus memiliki 4 (empat) kompetensi yang harus dimiliki calon guru sekolah dasar, yaitu kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial dan profesional serta matakuliah entrepreneurship agar alumni memiliki jiwa kemandirian meskipun nantinya sudah mengajar. Untuk kepribadian PGSD Umus Brebes mewajibkan mahasiswa untuk mengikuti kegiatan pramuka setiap hari jumat siang sebagai bekal untuk menjadi calon pemimpin yang disiplin dan menghargai kebersamaan sehingga terbentuk penyempurnaan diri individu secara terus-menerus dan melatih kemampuan diri demi menuju kearah hidup yang lebih baik.

Proses pembelajaran di Akademi Kepolisian Semarang lebih ditekankan pada NSP (Nilai Sikap dan Pribadi) taruna/taruni hal ini sebagaimana yang disampaikan oleh mahasiswa taruna (Barat Panji), bahwa membentuk karakter itu lebih sulit daripada mengembangkan pengetahuan taruna/taruni. Pembentukan karakter membutuhkan waktu yang cukup lama agar taruna terbiasa untuk disiplin dan saling menghormati serta menghargai sementara mengembangkan pengetahuan itu cukup dengan waktu yang sangat singkat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *