RENUNGAN TEATER BRAMBANG UMUS BREBES

Geliat kehidupan berteater di dunia pendidikan (kampus) sungguh laksana mekar jamur di musim penghujan. Begitu menggembirakan sekaligus membanggakan karena animo mahasiswa begitu besar dan sangat antusias mengikuti praktikum yang diselenggarakan. Beberapa komunitas kampus membuka lebar-lebar ruang kreatifitas berteater dan menggenjot anggotanya dengan disiplin ilmu bidang teater dan sastra dengan mengundang praktisi seni secara elegan.

Sekedar bukti informasi dapat kami beberkan nama-nama teater kampus di wilayah Brebes mulai dari yang telah lama eksis seperti Teater Akar dan UKM KSB Universitas Panca Sakti Tegal, Teater Banyu Biru Poltek Harapan Bersama Tegal dan Teater Cebong STAIBN Slawi serta yang baru jebleng namun sangat potensial yakni Teater Brambang Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes.

Khusus yang terakhir kami sebut sebenarnya lahir sejak 2016 dari rahim Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas UMUS Brebes, namun akibat putusnya rantai regenerasi maka tunas Teater Brambang mengalami pengerdilan. Akan tetapi kemudian Teater Brambang kembali ngebyak (bersemi) kembali sejalan pergantian Kaprodi Fakultas PBSI UMUS. Adalah sosok seorang Ghufroni yang memiliki kecintaan milenial pada bidang Teater dengan dukungan rekan sejawat di gerbong PBSI UMUS, maka kehidupan berteater pada universitas termegah di Brebes yang baru berusia 6 tahun itu kembali berdenyut kencang terlebih lagi mendapat dukungan mantap dari Dekan FKIP bapak Budi Anjar.

Kegiatan Renungan Teater Brambang sendiri di gelar pada Sabtu dan Minggu (27-28/10) kemarin dengan mengundang Pemonolog handal Apito Lahire dan Penyair Julis Nur Hussein sebagai instruktur materi Seni Pemanggungan Teater dan Penulisan Puisi, serta Materi Teknik Dasar Teater. Seniman Dua Sekawan ini secara bergantian berbagi ilmu teater dan puisi dengan peserta yang berjumlah 30 orang. Para peserta digojlog selama kurang lebih 6 jam yang dibagi dalam dua sesi, yakni sesi pertama dari jam 8 malam hingga jam 11. Peserta kemudian menjalani waktu rehat 3 jam sebelum menerima materi Teknik Dasar Teater pada pukul 2 dini hari hingga waktu Subuh tiba. “Kami sangat mengapresiasi ketelatenan dan keikhlasan peserta yang tanpa keluhan. Mereka benar-benar menunjukkan kepatuhan dan keingintahuan yang tinggi”, puji Apito Lahire di sela-sela kegiatan.

Sebelumnya, kesungguhan pihak kampus dalam memberi suport terhadap kegiatan ini diwakilkan kepada Dekan FKIP UMUS, dalam sambutan singkatnya Budi Anjar berharap Renungan Teater yang mengusung tema Renungan Teater Meningkatkan Kreativitas Dalam Berteater akan benar-benar meningkatkan kualitas mahasiswa yang jujur dan berahlak Islami. Lebih jauh beliau menekankan bahwa sebagai calon pendidik hendaklah nanti teman-teman menjadi pendidik yang multi talenta di bidang Seni.
“Ubahlah Indonesia dengan Teater”, pungkasnya. Tepuk tangan gemuruh mengiringi Budi Anjar turun panggung.

Sementara Ghufroni selaku Kaprodi dan penanggungjawab kegiatan menyampaikan harapan ke depan agar Teater Brambang aktif berkreasi dan jangan stagnan. Pihaknya segera mewujudkan ada jam tambahan di luar KBM guna memantapkan pemahaman dan penguasaan anak-anak anggota Teater Brambang terhadap seni teater.
“Teman-teman adalah orang-orang hebat dan terpilih, jadi kami yakin seyakin-yakinnya bahwa setelah kegiatan ini akan terus mengalir karya-karya terbaik. Jadikan pengalaman hari ini sebagai modal awal yang berharga”, tegasnya.
Ghufroni juga menyampaikan kalau ternyata anggota Teater Brambang bukan hanya anak-anak dari PBSI saja, tetapi mahasiswa dari PGSD, Ekonomi, dan Ilmu Kesehatan. Diakhir sambutannya mantan pendiri Teater Matahari di Slawi ini menekankan pentingnya sikap jujur dan ikhlas dalam mengerjakan suatu kegiatan agar hasilnya menebar keberkahan.

Beliau juga mengucapkan terimakasih kepada pihak Kampus dan seluruh civitas akademik Universitas Muhadi Setiabudi Brebes yang terlibat di dalam kegiatan ini. Ucapan terimakasih juga diberikan kepada dua nara sumber Apito dan Julis atas kesediaan hadir dan berbagi ilmu dengan anak didiknya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *