Universitas Muhadi Setiabudi Mencanangkan Diri Sebagai Pusat Kajian Bawang Merah

IMG_2752

Pada tanggal 25 Maret Universitas Muhadi Setiabudi mencanangkan diri sebagai Pusat  Kajian Bawang Merah, pusat kajian ini dilaunching pada seminar nasional yang diadakan di Auditorium Universitas Muhadi Setiabudi Brebes. Hal ini tidak berlebihan mengingat Kabupaten Brebes adalah sentara penghasil Bawang Merah Nasional. Pada seminar Nasional ini dihadiri oleh Stakeholeder yang berkecimpung dibidang pertanian khususnya bawang merah seperti Kelompok tani, pengusaha, penangkar benih bima brebes, akademisi, guru SMK Pertanian dan mahasiswa. Pembicara pada seminar ini yaitu (1) Dr. Awang (Pusat kajian Holtikultura IPB), (2) Ir. Iman Kridarso, M.Si (Kepala Kantor Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes), (3) Wadli, M.Si (Dekan Fakultas Pertanian UMUS) dan Moderator M.Hasdar,M.Sc.

Pada seminar ini dibahas tentang meningkatnya kebutuhan bawang merah secara nasional dari waktu ke waktu, sedangkan stok bawang merah masih berpusat di pulau Jawa, sehingga diperlukan strategi khusus untuk memperluas sentra bawang merah di luar pulau Jawa. Mengingat brebes sebagai sentra bawang merah nasional, Universitas Muhadi setiabudi mengambil peran untuk menjaga dan mengembangkan potensi ini untuk kesejahteraan masyarakat luas, termasuk menjaga dan mengembangkan varietas bawang khas brebes yaitu bima brebes yang dikenal sebagai varietas bawang berasal dari daerah lokal Brebes. Beberapa kelebihan varietas Bawang Bima Brebes yaitu memiliki warna merah menyala terasa lebih pedas dan lebih keras bila dibandingkan bawang dari luar daerah atau luar negeri. Umur tanaman 60 hari setelah tanam. Tanaman berbunga pada umur 50 hari. Tinggi tanaman 25-44 cm. Tanaman agak sukar berbunga. Banyaknya anakan 7-12 umbi per rumpun. Bentuk daun berbentuk silinder berlubang. Warna daun hijau, jumlah daun berkisar 14-50 helai. Bentuk bunga seperti payung. Warna bunga berwarna putih. Banyak buah per tangkai 60-100 (83). Banyaknya bunga per tangkai 120-160 (143). Banyaknya tangkai bunga per rumpun 2-4. Bentuk biji bulat, gepeng dan berkeriput. Warna biji hitam. Bentuk umbi lonjong bercincin kecil pada leher cakram. Warna umbi merah muda. Produksi umbi 9,9 ton/ha. Susut bobot umbi (basah-kering) 21,5%.

Agenda terakhir dari seminar ini adalah menyematkan pin penangkar benih oleh Rektor UMUS, hal ini dilakukan sebagai bentuk penghargaan kepada para penangkar benih yang telah melestarikan bawang khas Brebes.

 Pada tanggal 25 Maret Universitas Muhadi Setiabudi mencanangkan diri sebagai Pusat  Kajian Bawang Merah, pusat kajian ini dilaunching pada seminar nasional yang diadakan di Auditorium Universitas Muhadi Setiabudi Brebes. Hal ini tidak berlebihan mengingat Kabupaten Brebes adalah sentara penghasil Bawang Merah Nasional. Pada seminar Nasional ini dihadiri oleh Stakeholeder yang berkecimpung dibidang pertanian khususnya bawang merah seperti Kelompok tani, pengusaha, penangkar benih bima brebes, akademisi, guru SMK Pertanian dan mahasiswa. Pembicara pada seminar ini yaitu (1) Dr. Awang (Pusat kajian Holtikultura IPB), (2) Ir. Iman Kridarso, M.Si (Kepala Kantor Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes), (3) Wadli, M.Si (Dekan Fakultas Pertanian UMUS) dan Moderator M.Hasdar,M.Sc.

Pada seminar ini dibahas tentang meningkatnya kebutuhan bawang merah secara nasional dari waktu ke waktu, sedangkan stok bawang merah masih berpusat di pulau Jawa, sehingga diperlukan strategi khusus untuk memperluas sentra bawang merah di luar pulau Jawa. Mengingat brebes sebagai sentra bawang merah nasional, Universitas Muhadi setiabudi mengambil peran untuk menjaga dan mengembangkan potensi ini untuk kesejahteraan masyarakat luas, termasuk menjaga dan mengembangkan varietas bawang khas brebes yaitu bima brebes yang dikenal sebagai varietas bawang berasal dari daerah lokal Brebes. Beberapa kelebihan varietas Bawang Bima Brebes yaitu memiliki warna merah menyala terasa lebih pedas dan lebih keras bila dibandingkan bawang dari luar daerah atau luar negeri. Umur tanaman 60 hari setelah tanam. Tanaman berbunga pada umur 50 hari. Tinggi tanaman 25-44 cm. Tanaman agak sukar berbunga. Banyaknya anakan 7-12 umbi per rumpun. Bentuk daun berbentuk silinder berlubang. Warna daun hijau, jumlah daun berkisar 14-50 helai. Bentuk bunga seperti payung. Warna bunga berwarna putih. Banyak buah per tangkai 60-100 (83). Banyaknya bunga per tangkai 120-160 (143). Banyaknya tangkai bunga per rumpun 2-4. Bentuk biji bulat, gepeng dan berkeriput. Warna biji hitam. Bentuk umbi lonjong bercincin kecil pada leher cakram. Warna umbi merah muda. Produksi umbi 9,9 ton/ha. Susut bobot umbi (basah-kering) 21,5%.

Agenda terakhir dari seminar ini adalah menyematkan pin penangkar benih oleh Rektor UMUS, hal ini dilakukan sebagai bentuk penghargaan kepada para penangkar benih yang telah melestarikan bawang khas Brebes.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *